Selasa, 09 Juni 2009
nonton bioskop di guangzhou.. Mahal!!
Jawabanya sederhana banget. Pertama karena ga ada subtitle inggrisnya en yang kedua konon kata anak angkatan atas, nonton bioskop di Guangzhou itu mahal. So, untuk membuktikan kebenarannya kita tadi mencoba nonton bioskop.
Film yang tadi ditonton Night in the museum 2. Kita pilih film ini karena kata anak2 yang di Indo film ini cukup layak ditonton, plus yang paling krusial adalah bahasa yang dipakai di film ini adalah bahasa inggris, yg membuat kita dengan nyaman menonton film ini.
Kita tadi nontonnya di bioskop yang ada di Tianhe cheng, suatu mall yang cukup ternama di Guangzhou.
Dan apa yang dikhawatirkan emang benar2 terjadi, per orangnya mesti bayar RMB 80. Bayangkan bedanya dengan harga bioskop yang di Indo, apalagi kalo ama promonya BCA yang buy one get one.. Jauh bgt selisihnya..
Beruntung tadi aq dapat diskon. Jadinya cuma bayar RMB 40. Nah diskon ini didapat dengan menunjukkan kartu pelajar, tapi ada batasan usia, maksimalnya buat kelahiran tahun 86. Dan kebanyakan dari kita usianya diatas kelahiran 86. So cuma aku aja yang bisa masuk dengan potongan harga. hehehe.. Jadinya mereka tadi pada ngomel2 ke aq.
Bioskopnya sih ga berbeda jauh ma 21-nya Indo. Kursi disusun secara makin ke atas makin tinggi. Hanya saja luasnya kira2 lebih besar daripada studio di Indo. Bentuk kursinya, aq prefer yang di Indo karena lebih empuk. Kualitas film ma suara kyknya juga sama spt yang Indo punya.
So, menurutku kurang worthed kalo nonton bioskop di China, mending beli DVD aja. Trus nonton bareng ma anak2. Lebih rame dan lebih seru.
Minggu, 24 Mei 2009
Tiramisu home made
Ternyata membuat tiramisu cake itu gampang banget. Cuma aduk2 trus campur mencampur bahan. Jadi deh, semangkuk tiramisu home made..
Berhubung resep tadi sukses berat, aku jadi pingin bagi2in ke kalian.
Bahan2 yang dibutuhkan:
2butir telur (diambil putihnya aja)40gr gula pasir
125gr marapone cheese
125gr whipped cream
bubuk kopi dan cokelat bubuk
susu (kurang lebih stgh gelas)
kahlua
ladies finger
Cara buatnya:
1. Campur gula ma kuning telur di suatu wadah, trus diaduk di atas air yang mendidih sampai rata dan mengental.2. Kocok whipped cream sampai kental.
3. Cream cheese mix
Tambahkan mascarpone cheese ke dalam adonan kuning telur dan gula. Aduk sampai rata.
4. Masukkan whipped cream yang uda dikocok ke dalam adonan cream cheese mix.
5. Coffee influssion
Campur kopi, setengah gelas susu, dan kahlua. Takaran kahluanya sesuai selera. Tapi jangan banyak2 ya, kalau kebanyakan ntar jadinya malah mabuk2an.
6. Celupin kue ladies finger ke dalam coffee influssion. Tunggu sebentar agar meresap.
7. Atur ladies finger yang uda dicelupin di coffee influssion ke dalam cetakan. Trus siram dengan cream cheese mix. Lakukan terus hingga terbentuk layer2.
8. Setelah selesai. bagian atas tiramisu disiram bubuk cokelat agar menarik.
Lalu masukkan ke dalam freezer agar beku, dan tiramisu home made siap dinikmati. Yummy..
Senin, 11 Mei 2009
Skul di Guangzhou, Murah??
Di Guangzhou terdapat 3 universitas yang cukup terkenal tempat belajar bahasa mandarin bagi mahasiswa luar negeri (留学生), yaitu South China Normal University (SCNU), Jinan university (Huawen), dan Sun yat sen university (Zhongda.
Di sini aku ga bahas semua universitas, yang aku bahas cuma Huashi aja karena emang aku bersekolahnya di Huashi. Tapi menurut beberapa teman yang bersekolah di universitas2 lain, kusimpulkan sebagian besar universitas di guangzhou rata2 membutuhkan biaya pendidikan dan biaya akomodasi yang hampir sama, kualitas pengajar dan bahan pelajaran yang diberikan di setiap sekolah juga hampir sama.
South China normal university (SCNU)
Dalam bahasa mandarin: Huanan shifan daxue 华南师范大学 (disingkat: huashi) merupakan tempat aku bersekolah sekarang. Di sini sekolah bahasa terdiri dibagi menjadi 5 tingkat, kelas A sampai E. Tiap tingkatnya ditempuh dalam waktu setengah tahun atau satu semester. Untuk kemampuan berbicara sehari2 pelajar indo biasanya menarget setahun belajar di sini.
Biaya pendidikan untuk sekolah bahasa per semesternya adalah RMB 8600.(belum termasuk uang buku, kira2 RMB 400). Akomodasi yang disediakan oleh sekolah adalah asrama pelajar (kamar perorangan maupun kamar dobel) dengan fasilitas yang cukup komplit yaitu balkon (buat jemur2 pakaian), toilet dengan air panas 24 jam, AC, TV, telepon, dispenser, meja belajar, lemari pakaian, dan tempat tidur. Setiap 2 lantai di bangunan asrama disediakan mesin cuci untuk umum dan dapur.
Tarif harga kamar perorangan RMB 50 per hari. sedangkan untuk kamar dobel RMB 35 per orang per harinya. Oleh pihak asrama setiap bulannya disediakan 200 KWH per kamar, pemakaian lebih dari itu dikenakan biaya tambahan.
Nah lain lagi ceritanya kalau kita memutuskan untuk tinggal di luar kampus, di apartment misalnya. Biaya yang harus dibayar bisa lebih murah daripada di asrama tapi juga bisa lebih mahal, tergantung daerah dan luas apartement yang disewa. Kalau memilih tinggal di apartement kita harus siap2 dana tambahan buat bayar air, listrik, gas, dan service charge. Nah biaya service charge ini dihitung dari luas apartement. Jadi semakin luas apartement yang disewa otomatis service chargenya juga ikut2an mahal.
Biaya Hidup
Biaya hidup di dalam kampus sebenarnya ga besar2 amat, apalagi kalau makan di kantin sekolah seperti yang uda kujelasin dipostingan terdahulu. Secara umum, biaya hidup normal di guangzhou per orang rata-rata sebesar RMB 1000-2000 (belum termasuk biaya tempat tinggal).
Tapi kalau makannya sering di luar kampus (baca: restoran mewah), sering keluar jalan2 en shopping, kemana2 naek taxi, plus dugem ya siap2 aja minta kiriman dari ortu lagi. hehehe.. Contoh kasusnya adalah pengalaman dari seorang teman yang gemar dugem. Berhubung di sini jauh dati pengawasan ortu, hampir tiap hari dia dugem en selalu buka botol akhirnya RMB 15000 ludes dalam waktu sebulan.
Jadi rincian pengeluaran selama satu semester di guangzhou kurang lebih:
asrama single: 50x30hari=RMB 1500 @6bln
makan+transport: 50x30hari=RMB 1500 @6bln (patokan)
uang sekolah: RMB 8600
uang buku: RMB 400
Total: RMB 27000 per semester, dikalikan kurs hari ini yaitu Rp 1500 sehingga biaya yang dibutuhkan per semester adalah Rp 40.500.000,-
Intinya, Mau hidup di Guangzhou dengan biaya hidup mahal atau murah semua tergantung kitanya sendiri mampu atur keuangan ato tidak, Mau hemat ato enggak!!
Senin, 20 April 2009
Yummy!! makan gratis..
Tapi hari ini ada yang berbeda lho.. Ada acara makan-makan di kelas.
Gini ceritanya...
Melissa, temen kelasku yang juga dari Indo baru pulang kampung seminggu buat wisuda. Nah pas dia balik, bawa macem-macem makanan yang dibagiin ke kita pas istirahat.
Pengertian banget, kan kitanya lagi lapar.. (maklum hidup di perantauan, harus hidup ngirit, termasuk ngirit breakfast).
Kok kayaknya aq menderita banget ya?? Ga kayak gitu deh ceritanya, sebenernya kita tuh ga breakfast gara2 bangunnya jam 8.15, padahal masuk kelasnya jam 8.40.. Jadi ya mana ada waktu buat makan pagi.
Karena kita ga tegaan ma makanan yang nganggur, langsung aja kita sikat abis smua makanan itu..
thank you ya, mel..

Yummy!!!!
Selasa, 14 April 2009
Ba Xiansheng (kisah seorang pencopet)
Ceritanya gini,
Waktu kejadian: 17.00-18.00 (peak time-waktu pulang kerja)
TKP: MTR Guangzhou(地铁) tiyuxilu-gangding
Korban: banyak, baik laki2-perempuan, ibu2-bapak2, manula, maupun anak sekolah
Pelaku: sang pencopet (Ba xiansheng alias tuan bajingan)
Ciri-ciri: cowok, agak gemuk, 25 tahunan, membawa tas selempang (tempat menyimpan hasil copetan), bertampang bajingan yang menyebalkan.
Modus operandi: Ba xiansheng alias sang pencopet mulai melakukan aksinya pas penumpang berdesal2an naik MTR. Ba xiansheng menempelkan(merapatkan) tubuhnya ke sejumlah targetnya, tidak pandang bulu siapa yang menjadi target. Lalu dengan cepatnya memasukkan tangan ke saku celana target (entah itu saku depan maupun belakang). Eng..ing..eng.. dalam hitungan detik barang sang korban sudah berpindah ke dalam tas selempang yang sudah disiapkannya.
Dalam menjalankan aksinya Ba xiansheng tidak perduli apa yang akan diambilnya, yang penting diambil dulu, berharga atau tidak nanti saja urusan sama istri. Mungkin begitu pikiran sang pencopet ini. terbukti, dia juga mengambil daftar belanjaan seorang ibu beranak satu yang juga menjadi korbannya.
Dia juga melakukan aksinya selama berada di dalam MTR. Pokoknya semua orang yang naik / turun MTR, pasti didekatinya. Akhirnya sang pencopet itu turun di Gangding (salah satu perhentian ditie yang arus penumpangnya ramai).
Perhatian! sebaiknya amankan barang berharga anda apabila tidak mau berpindah kepemilikan. karena korban sudah sangat banyak. Dan ga ada salahnya selalu ingat kalimat ini "Barang bawaan yang di depan adalah milikmu, Barang bawaan yang di belakang adalah milik orang lain.."
Aku juga pernah jadi korban lho, Kemarin pas ke beijing lu, kartu MTRku hilang. en kayaknya sih dicopet juga, apalagi tuh kartu MTR masih baru direcharge-di dalam masih ada 100an RMB. trus pas mau keluar dari stasiu, mesti bayar denda 11RMB.
hahaha.. amal.. amal..
Waspada! Waspada!
Kejahatan bukan saja karena niat pelaku, tetapi juga dari kesempatan yang ada!
Alasan tinggal di Guangzhou
Pertama karena letaknya yang strategis, Guangzhou (广州) adalah ibukota Propinsi Guangdong yang merupakan salah satu kota terbesar di China yang paling dekat dengan Indo (kalau homesick bisa cepet2 pulang-回国) dan yang paling penting Guangzhou dekat dengan Hongkong dan Macau(setiap saat bisa bolak balik ke sana tanpa harus habis cost yang banyak plus menambah koleksi stempel di passport.. 很好玩儿) hehe...
Kedua,karena makanannya enak dan tersohor di dunia, sehingga tidak berlebihan rasanya muncul sebutan “Makan di Guangzhou (吃在广州)”yang sudah amat terkenal sejak lama. Selain rasanya yang cocok di lidah orang Indo, makanan di Guangzhou juga rata-rata lebih murah daripada di Indonesia. Apalagi makanan di kantin sekolah (食堂).murah bangggetttt...
Biasanya kita makan di kantin kalau uang kiriman ortu sudah menipis, karena makan di kantin sekolah berarti harus siap2 menyesuaikan lidah dengan rasa yang kurang bersahabat (baca:ga enak).
Ketiga,Guangzhou yang disingkat menjadi 粤 Yue ini suhu udaranya paling bersahabat dengan tubuh orang Indo. apalagi musim semi seperti sekarang ini, 15-20 derajat.现在不冷不热,很舒服.
Guangzhou adalah kota ketiga yang paling padat penduduknya di China sehingga tidak heran kalau penuh dengan gedung-gedung apartment dan kantor yang tinggi.
Jalanan di guangzhou (terutama pada jam berangkat dan pulang kantor)sangat padat, penuh dengan taxi, bus, dan kendaraan pribadi. Sepeda motor dilarang di jalanan dalam kota Guangzhou (coba bayangkan kalau diperbolehkan.... bisa2 semalaman di jalan ntar) hehehe..
Karena statusku adalah pelajar yang belum berpenghasilan maka transportasi sehari-hari menggunakan transportasi umum. Biasanya sih naik taxi, bus, dan MTR (地铁). Nah, biar tidak repot mengeluarkan uang dan menunggu kembalian tiap kali naik MTR atau bus, aku membeli sebuah kartu yang bernama 羊城通(YangChengTong).

MTR alias ditie (地铁)
Nah skalian pamer kartu MTR-ku yang baru, yang lama sudah diambil oleh orang yang tidak bertanggung jawab (baca: pencopet). Kartuku yang baru ini adalah salah kartu yang unik, edisi khusus guangzhou xiangjiangsafari park, juga karena ukuran yang tidak biasa, kayak kartu kredit mini itu lho..

tampak depan

tampak belakang
Kartu ini mirip kartu Timezone, yang bisa diisi ulang. Jadi setiap kali naik bis atau MTR tinggal menggunakan kartu ini (titt...) dan uang yang ada di kartu berkurang secara otomatis.
Lebih enak tinggal di Guangzhou kan daripada di tempat laen?? Ada yang berminat?? hehehe..
Sekilas tentang kampusku
KAMPUS
Aku bersekolah di SCNU (South China Normal University) atau dalam bahasa mandarinnya Huanan Shifan Daxue, guoji wenhua xueyuan (化南师范大学,国际文化学院).
Di sini ini , aku bersekolah setiap hari senin sampai jumat. Pelajaran dimulai dari Pk. 8.40 sampai Pk. 12.00. Setiap hari kami mempelajari 2 mata pelajaran yang berbeda. Pelajaran yang diberikan bermacam2, antara lain membaca, menulis, mendengar, dan berbicara dalam bahasa mandarin tentunya.
Tampak depan sekolahku.. (zhengmen)
Tampak depan bangunan kelasku..
Murid di sekolahku berasal dari berbagai negara. Kelasku berisi 20-an orang, asal negaranyapun beragam ada yang dari Korea, Thailand, Vietnam, Jepang, Moroko, Canada, Austria, dan tentu saja Indonesia. Pekerjaan siswanya pun beraneka ragam, ada yang baru lulus SMA, lulus kuliah, diplomat, trader, arsitek, guru bahasa inggris, manajer restoran ternama, bahkan ada juga ibu rumah tangga beranak 5.
kondisi belajar mengajar..
ASRAMA
tampak depan asrama
Kampus menyediakan sebuah asrama untuk mahasiswa asing 留学生. Gedung asrama ini memiliki 13 lantai. Lantai 1-12 merupakan tempat tinggal para siswa, sedangkan lantai 13 dikondisikan sebagai hotel. Biasanya hotel ini disewa oleh orang tua murid, saudara, ataupun teman yang datang mengunjungi.
Akan tetapi di saat ada acara seperti Canton fair sekarang ini, lantai 13pun menjadi jujukan para pengunjung Canton fair. Disamping harganya yang murah (single bed RMB 100, double bed RMB 200), lokasi SCNU sangat dekat dengan stasiun MTR. Kamar para siswa sendiri juga cukup terjangkau yaitu RMB 50/hari untuk single room dan RMB 35/hari/orang untuk double room.
Keadaaan kamarku sendiri memang tidak terlalu luas, malahan bisa dibilang kecil(2mX4m). itupun sudah termasuk balkon dan kamar mandi. Fasilitas yang diberikan oleh asrama adalah AC, TV, dispenser, air, listrik (batas maks 200kwh, kalau lebih ya bayar kelebihannya sendiri). heater tidak disediakan karena memang penggunaan alat pemanasa dan kompor dilarang, sebagai gantinya bisa minta selimut sesuai kebutuhan.

kondisi kamarku

Kasurnya cukup nyaman
Pada lantai 6 dan 10, terdapat sebuah dapur umum dan mesin cuci umum yang dapat digunakan para mahasiswa. Sistem yang digunakan di dapur dan mesin cuci umum ini adalah dengan menggunakan kartu. Kartu ini dapat dibeli di loby asrama, yang setiap digunakan akan dipotong saldonya.
dapur umum
Kali ini sampai di sini dulu. Kalau ada hal lain yang menarik, akan kuceritakan lagi di lain waktu..
Sabtu, 11 April 2009
first posting-sekadar cuap-cuap
Jujur, aq belum mengerti sepenuhnya apa guna dari sebuah blog. Setelah lihat beberapa blog orang lain, akhirnya aq menarik sebuah kesimpulan blog itu adalah tempat seseorang untuk mengetik something secara panjang lebar tentang apa saja. tanpa peduli apakah ada yang baca ato ga.. (berharap juga sih banyak yang mau baca)
Wah, kalau melihat blog orang lain yang first postingnya uda beberapa tahun yang lalu, aq jadi berpikir apakah ga ketinggalan jaman nih baru nge-blog sekarang.. Tapi, setelah dipikir2 biar aja deh, mending terlambat daripada ga sama sekali.. Apalagi sayang banget memory2 di kepala terbuang cuma2, gara aq mulai pikun.. mending dituangin di sini..
semoga yang setelah baca blog ini tidak terjangkit wabah penyakit pusing-pusing, mata berkunang, susah tidur, mual2, dan stress mendadak dikarenakan membaca tulisan saya yang sangat amburadul dan tidak sesuai dengan EYD ini..