Jumat, 13 November 2009
Kebiasaan yang diulang
Di Tiongkok pada zaman dahulu kala, hidup seorang panglima perang yang terkenal karena memiliki keahlian memanah yang tiada tandingannya. Suatu hari, sang panglima ingin memperlihatkan keahliannya memanah kepada rakyat. Lalu diperintahkan kepada prajurit bawahannya agar menyiapkan papan sasaran serta 100 buah anak panah.
Setelah semuanya siap, kemudian Sang Panglima memasuki lapangan dengan penuh percaya diri, lengkap dengan perangkat memanah di tangannya.Panglima mulai menarik busur dan melepas satu persatu anak panah itu ke arah sasaran. Rakyat bersorak sorai menyaksikan kehebatan anak panah yang melesat! Sungguh luar biasa! Seratus kali anak panah dilepas, 100 anak panah tepat mengenai sasaran.
Dengan wajah berseri-seri penuh kebanggaan, panglima berucap, "Rakyatku, lihatlah panglimamu! Saat ini, keahlian memanahku tidak ada tandingannya. Bagaimana pendapat kalian?"
Di antara kata-kata pujian yang diucapkan oleh banyak orang, tiba-tiba seorang tua penjual minyak menyelutuk, "Panglima memang hebat ! Tetapi, itu hanya keahlian yang didapat dari kebiasaan yang terlatih."
Sontak panglima dan seluruh yang hadir memandang dengan tercengang dan bertanya-tanya, apa maksud perkataan orang tua penjual minyak itu. Tukang minyak menjawab, "Tunggu sebentar!" Sambil beranjak dari tempatnya, dia mengambil sebuah uang koin Tiongkok kuno yang berlubang di tengahnya. Koin itu diletakkan di atas mulut botol guci minyak yang kosong. Dengan penuh keyakinan, si penjual minyak mengambil gayung penuh berisi minyak, dan kemudian menuangkan dari atas melalui lubang kecil di tengah koin tadi sampai botol guci terisi penuh. Hebatnya, tidak ada setetes pun minyak yang mengenai permukaan koin tersebut!
Panglima dan rakyat tercengang. Merela bersorak sorai menyaksikan demonstrasi keahlian si penjual minyak. Dengan penuh kerendahan hati, tukang minyak membungkukkan badan menghormat di hadapan panglima sambil mengucapkan kalimat bijaknya, "Itu hanya keahlian yang didapat dari kebiasaan yang terlatih! Kebiasaan yang diulang terus menerus akan melahirkan keahlian."
Dari cerita tadi, kita bisa mengambil satu hikmah yaitu: betapa luar biasanya kekuatan kebiasaan. Habit is power! Hasil dari kebiasaan yang terlatih dapat membuat sesuatu yang sulit menjadi mudah dan apa yang tidak mungkin menjadi mungkin.
Demikian pula, untuk memperoleh kesuksesan dalam kehidupan, kita membutuhkan karakter sukses. Dan karakter sukses hanya bisa dibentuk melalui kebiasaan-kebiasaan seperti berpikir positif, antusias, optimis, disiplin, integritas, tanggung jawab, & lain sebagainya.
www.andriewongso.com
Minggu, 27 September 2009
开天劈地
Yào zuò chū yì fān kāi tiān pī dì de wěi yè, jiù děi shí gān.
Apabila ingin mendapatkan hasil kerja yang bagus, kita harus kerja yang keras..
Rabu, 19 Agustus 2009
活在当下
Pada suatu pagi buta, seorang pemuda mendatangi rumah gurunya yang dikenal bijak di desa itu. Dia mengetuk pintu rumah dengan keras, sambil suaranya terdengar memanggil-manggil gurunya.
Si guru sambil mengusap matanya dan menahan kuap membuka pintu sambil berkata, "Ada apa anakku? Pagi-pagi begini mengganggu nyenyak tidurku. Ada sesuatu yang penting?" Pemuda menjawab, "Ampun guru, maafkan saya terpaksa mengganggu tidur guru. Ada sesuatu yang ingin saya tanyakan." Si guru kemudian mempersilahkannya masuk ke dalam rumah dan pemuda itu pun segera menceritakan kegundahannya, yakni semalam dia bermimpi dijemput malaikat dan diajak pergi meninggalkan dunia ini. Dia ingin menolak tetapi sesuatu seperti memaksanya harus pergi. Saat tarik menarik itulah dia terbangun sambil berkeringat dan tidak dapat tidur lagi. Timbul perasaan takut dan tidak berdaya membayangkan bila malaikat benar-benar datang kepadanya.
Si pemuda kemudian bertanya kepada gurunya, "Guru, kapan kematian akan datang kepada manusia?" Gurunya menjawab, "Saya tidak tahu anakku. Kematian adalah rahasia Tuhan".
"Aaaakh, guru pasti tahu. Guru kan selalu menjadi tempat bertanya bagi semua orang di daerah sini,” desak si murid. "Baiklah. Sebenarnya rata-rata manusia meninggal pada usia 70 sampai 75 tahun. Tetapi sebagian ada yang tidak mencapai atau lebih dari perkiraan tersebut." Merasa tidak puas dia kembali bertanya, "Jadi, umur berapakah manusia pantas untuk mati?" Sambil pandangannya menerawang keluar jendela, sang guru menjawab, "Sesungguhnya, begitu manusia dilahirkan, proses penuaan langsung terjadi. Sejak saat itu, manusia semakin tua dan kapan pun bisa mengalami kematian". Si murid bertanya terus, "Lalu, bagaimana sebaiknya saya menjalani hidup ini?"
”Hidup sesungguhnya adalah saat ini, bukan besok atau kemarin. Hargai hidup yang singkat ini, jangan sia siakan waktu. Bekerjalah secara jujur dan bertanggung jawab, usahakan berbuat baik pada setiap kesempatan. Jangan takut mati, nikmati kehidupanmu! Mengerti?”Dengan wajah gembira si murid berkata, "Terima kasih guru, saya mengerti. Saya akan belajar dan bekerja dengan sungguh-sungguh, berani menghadapi hidup ini, sekaligus menikmatinya. Saya pamit guru."
Hiduplah saat ini, tidak usah menyesali hari kemarin, karena hari kemarin sudah berlalu, tidak usah cemas akan hari esok, karena hari esok belum datang, Hanya hari ini yang menjanjikan kesuksesan, kebahagian bagi setiap orang yang mau dan mampu mengaktualisasikan dirinya dengan penuh totalitas!
Andrie wongso
Selasa, 04 Agustus 2009
没有平坦的成功路!
Di pagi hari buta, terlihat seorang pemuda dengan bungkusan kain berisi bekal di punggungnya tengah berjalan dengan tujuan mendaki ke
puncak gunung yang terkenal.
Konon kabarnya, di puncak gunung itu terdapat pemandangan indah layaknya berada di surga. Sesampai di lereng gunung, terlihat sebuah rumah kecil yang dihuni oleh seorang kakek tua.
Setelah menyapa pemilik rumah, pemuda mengutarakan maksudnya "Kek, saya ingin mendaki gunung ini. Tolong kek, tunjukkan jalan yang paling mudah untuk mencapai ke puncak gunung".
Si kakek dengan enggan mengangkat tangan dan menunjukkan tiga jari ke hadapan pemuda,
"Ada 3 jalan menuju puncak, kamu bisa memilih sebelah kiri, tengah atau sebelah kanan?"
"Kalau saya memilih sebelah kiri?"
"Sebelah kiri melewati banyak bebatuan". setelah berpamitan dan mengucap terima kasih, si pemuda bergegas melanjutkan perjalanannya. Beberapa jam kemudian dengan peluh bercucuran, si pemuda terlihat kembali di depan pintu rumah si kakek.
"Kek, saya tidak sanggup melewati terjalnya batu-batuan". "Jalan sebelah mana lagi yang harus aku lewati kek?"
Si kakek dengan tersenyum mengangkat lagi 3 jari tangannya menjawab "Pilihlah sendiri, kiri, tengah atau sebelah kanan?"
"Jika aku memilih jalan sebelah kanan?"
"Sebelah kanan banyak semak berduri". Setelah beristirahat sejenak, si pemuda berangkat kembali mendaki. Selang beberapa jam kemudian, dia kembali lagi ke rumah si kakek.
Dengan kelelahan si pemuda berkata, "Kek, aku sungguh-sungguh ingin mencapai puncak gunung. Jalan sebelah kanan dan kiri telah aku tempuh, rasanya aku tetap berputar-putar di tempat yang sama sehingga aku tidak berhasil mendaki ke tempat yang lebih tinggi dan harus kembali kemari tanpa hasil yang kuinginkan, tolong kek tunjukkan jalan lain yang rata dan lebih mudah agar aku berhasil mendaki hingga ke puncak gunung"
Si kakek serius mendengarkan keluhan si pemuda, sambil menatap tajam dia berkata tegas "Anak muda! Jika kamu ingin sampai ke puncak gunung, tidak ada jalan yang rata dan mudah! Rintangan berupa bebatuan dan semak berduri, harus kamu lewati, bahkan kadang jalan buntu pun harus kamu hadapi. Selama keinginanmu untuk mencapai puncak itu tetap tidak goyah, hadapi semua rintangan! Hadapi semua tantangan yang ada! Jalani langkahmu setapak demi setapak, kamu pasti akan berhasil mencapai puncak gunung itu seperti yang kamu inginkan! dan nikmatilah pemandangan yang luar biasa !!! Apakah kamu mengerti?
Dengan takjub si pemuda mendengar semua ucapan kakek, sambil tersenyum gembira dia menjawab "Saya mengerti kek, saya mengerti! Terima kasih kek! Saya siap menghadapi selangkah demi selangkah setiap rintangan dan tantangan yang ada! Tekad saya makin mantap untuk mendaki lagi sampai mencapai puncak gunung ini.
Dengan senyum puas si kakek berkata, "Anak muda, Aku percaya kamu pasti bisa mencapai puncak gunung itu!" selamat berjuang!!!
Tidak ada jalan yang rata untuk sukses!
Tidak ada jalan yang rata untuk sukses!
Sama seperti analogi Proses pencapaian mendaki gunung tadi. Untuk meraih sukses seperti yang kita inginkan, Tidak ada jalan rata! tidak ada jalan pintas! Sewaktu-waktu, rintangan, kesulitan dan kegagalan selalu datang menghadang. Kalau mental kita lemah, takut tantangan , tidak yakin pada diri sendiri, maka apa yang kita inginkan pasti akan kandas ditengah jalan.
Hanya dengan mental dan tekad yang kuat, mempunyai komitmen untuk tetap berjuang, barulah kita bisa menapak di puncak kesuksesan.
andrie wongso
Jumat, 12 Juni 2009
Sebuah kisah cinta yang luar biasa
Seorang lelaki Cina berumur 70 tahun membuat jalan turun dari gunung menyerupai 6000 anak tangga untuk istrinya yang berumur 80 tahun itu kini telah tiada. Mereka tinggal di sebuah gua di gunung itu selama 50 tahun lebih. 50 tahun lalu, Liu Guojiang, seorang pemuda berumur 19 tahun, jatuh cinta kepada seorang janda berumur 29 tahun bernama Xu Chaoqin.
Seperti hanya Romeo dan Juliet, teman-teman dan kerabat mereka tidak menyetujui hubungan mereka karena perbedaan usia dan karena Xu sudah mempunyai anak. Pada waktu itu, seorang pemuda yang mencintai wanita yang lebih tua dianggap tidak sopan dan tidak dapat diterima masyarakat. Untuk menghindari gosip pasaran, pasangan itu memutuskan untuk tinggal di sebuah gua di Jiangjin County di sebelah selatan Kabupaten Chong Qing.
Pada awalnya, kehidupan mereka sangat susah karena mereka tidak mempunyai apa-apa, tidak ada listrik, dan bahkan tidak mempunyai makanan. Mereka hanya bisa makan rumput dan akar-akaran yang mereka temukan di gunung, dan Liu membuat lampu minyak yang digunakan untuk menerangi kehidupan mereka.
Xu merasa bahwa dia telah membuat Liu jatuh dan berulang-ulang dia mengatakan, "Apakah kamu menyesal?" dan Liu selalu menjawab: "Selama kita bekerja keras, hidup akan meningkat."
Pada tahun kedua kehidupan mereka di gunung, Liu mulai membuat "tangga alami" untuk istrinya, agar istrinya bisa turun gunung dengan mudah. Hal ini dikerjakannya selama lebih dari 50 tahun.
Setengah abad kemudian, pada tahun 2001, sekelompok petualang yang sedang menjelajah hutan, terkejut karena mereka menemukan pasangan tua tersebut dan lebih dari 6000 "anak tangga". Liu Ming Sheng, salah satu dari tujuh anaknya mengatakan, "Orang tua kami begitu saling mencintai. Mereka hidup 'terisolasi' selama lebih dari 50 tahun dan tidak pernah seharipun mereka terpisah."
Ayah membuat 6000 lebih tangga dengan tangannya sendiri agar ibu bisa lebih mudah turun gunung, meskipun ibu jarang sekali melakukanya.
Pasangan itu hidup damai selama lebih dari 50 tahun hingga minggu lalu. Liu, yang sekarang berusia 72 tahun, kembali dari kerja sehari-harinya di ladang dan jatuh pingsan. Xu duduk dan berdoa bagi suaminya hingga ia meninggal di pelukannya. Begitu dalam cinta Liu kepada istrinya, hingga saat meninggalnyapun tidak ada seorangpun yang dapat melepaskan tangannya dari istrinya.
"Kamu berjanji akan merawatku, kamu akan selalu bersamaku hingga nanti aku mati, tapi sekarang engkau meninggal sebelum aku, bagaimana aku hidup tanpa kamu?"
Xu menghabiskan hari-harinya dengan selalu mengulang kalimat ini dengan sangat lembut sambil menyentuh jemari suaminya yang hitam dengan air mata tertumpah di pipinya.
Pada tahun 2006, kisah mereka menjadi salah satu dari 10 kisah cinta terhebat dari Cina, yang dihimpun oleh Chinese Women Weekly. Pemerintah setempat memutuskan untuk mempersembahkan "tangga cinta" dan tempat mereka tinggal sebagai sebuah museum agar kisah cinta ini abadi.
Kamis, 11 Juni 2009
Kata bijak
有些话是假的,却听人无庸置疑。
Artinya:
"Ada beberapa ucapan sungguh2, tapi kedengarannya amat semu;
tapi ada beberapa ucapan yang dibuat2, malah dipercaya orang2."
Sabtu, 06 Juni 2009
Fan Shi Gan Ji
Karena tidak tahu lagi apa yang mesti diucapkan untuk menghibur raja, akhirnya penasehat itu berkata: 'Baginda, FAN SHI GAN JI, apa pun yang terjadi patut disyukuri'. Mendengar ucapan penasehatnya itu sang raja langsung marah besar. 'Kurang ajar ! Kena musibah bukan dihibur tapi malah disuruh bersyukur... . !' Lalu Raja memerintahkan pengawalnya untuk menghukum penasehat tadi dengan hukuman tiga tahun penjara. Hari terus berganti.
Hilangnya jari kelingking ternyata tidak membuat raja menghentikannya berburu. Suatu hari, raja bersama penasehatnya yang baru dan rombongan, berburu ke hutan yang jauh dari istana. Tidak terduga, saat berada di tengah hutan, raja dan penasehatnya tersesat dan terpisah dari rombongan. Tiba-tiba, mereka dihadang oleh orang-orang suku primitif. Keduanya lalu ditangkap dan diarak untuk dijadikan korban persembahan kepada para dewa. Sebelum dijadikan persembahan kepada para dewa, raja dan penasehatnya dimandikan.
Saat giliran raja yang dimandikan, ketahuan kalau salah satu jari kelingkingnya terpotong, yang diartikan sebagai tubuh yang cacat sehingga dianggap tidak layak untuk dijadikan persembahan kepada para dewa. Akhirnya, raja ditendang dan dibebaskan begitu saja oleh orang-orang primitif itu. Dan penasehat barulah yang dijadikan persembahan kepada para dewa. Dengan susah payah akhirnya raja berhasil keluar dari hutan dan kembali keistana. Setibanya diistana, raja langsung memerintahkan supaya penasehat yang dulu dijatuhinya hukuman penjara segera dibebaskan. 'Penasehat ku, aku berterimakasih kepada mu.
Nasehatmu ternyata benar, apa pun yang terjadi kita patut bersyukur. Karena jari kelingkingku yang terpotong waktu itu, hari ini aku bisa pulang dengan selamat,...' Kemudian, raja menceritakan kisah perburuannya waktu itu secara lengkap. Setelah mendengar cerita sang raja, buru-buru sipenasehat berlutut sambil berkata: 'Terima kasih baginda. Saya juga bersyukur baginda telah memenjarakan saya waktu itu. Karena jika tidak, mungkin sekarang ini, sayalah yang menjadi korban dipersembahkan kepada dewa oleh orang-orang primitif.'
Cerita di atas mengajarkan suatu nilai yang sangat mendasar, yaitu FAN SHI GAN JI apa pun yang terjadi, selalu bersyukur, saat kita dalam kondisi maju dan sukses, kita patut bersyukur, saat musibah datang pun kita tetap bersyukur.
Dalam proses kehidupan ini, memang tidak selalu bisa berjalan mulus seperti yang kita harapkan. Kadang kita di hadapkan pada kenyataan hidup berupa kekhilafan, kegagalan, penipuan,fitnahan, penyakit, musibah, kebakaran, bencana alam, dan lain sebagainya. Manusia dengan segala kemajuan berpikir, teknologi, dan kemampuan antisipasinya, senantiasa berusaha mengantisipasi adanya potensi-potensi kegagalan, bahaya, atau musibah.
Namun kenyataannya, tidak semua aspek bisa kita kuasai. Ada wilayah 'X' yang keberadaan dan keberlangsungannya sama sekali di luar kendali manusia. Inilah wilayah Tuhan Yang Maha kuasa dengan segala misterinya. Sebagai makhluk berakal budi, wajar kita berusaha menghindarkan segala bentuk marabahaya. Tetapi jika marabahaya datang dan kita tidak lagi mampu untuk mengubahnya, maka kita harus belajar dengan rasa syukur dan jiwa yang besar untuk menerimanya.
Dengan demikian beban penderitaan mental akan jauh terasa lebih ringan, kalau tidak, kita akan mengalami penderitaan mental yang berkepanjangan. Sungguh, bisa bersyukur dalam keadaan apapun merupakan kekayaan jiwa.
Maka saya sangat setuju sekali dengan kata bijak yang mengatakan
KEBAHAGIAAN DAN KEKAYAAN SEJATI ADA DI RASA BERSYUKUR. . . .
Andrie Wongso
Rabu, 03 Juni 2009
Sun Tzhu law
Siasat ini adalah yang paling bersifat terang-terangan dan karena itu paling mudah diterka. Supaya berhasil, Anda sering harus berada pada posisi yang lebih kuat ketika memulainya, dan sekalipun begitu siasat ini mungkin berakibat sebaliknya. Pada umumnya, siasat ini bersandar pada asumsi kekuatan superior-sumber daya untuk mengepung lawan, waktu, dan memakan selama beristirahat selagi menunggu musuh menjadi lelah, tenaga manusia untuk berpura-pura menyerang kesatu arah padahal sesungguhnya menyerang kearah lain
Mengecoh langit menyeberangi lautan (Man tian guo hai)
Pemandangan yang sering dijumpai tidaklah menarik perhatian
Menyerbu Kerajaan Wei untuk menyelamatkan kerajaan Zhao (Wei wei jiu Zhao)
Siapa yang mengetahui seni pendekatan langsung dan tidak langsung akan menang. Itulah seni bermanuver
Membunuh dengan pisau pinjaman (Jie dao sha ren)
Bila anda ingin melakukan sesuatu, usahakan agar lawan anda melakukan untuk anda
Relaks selagi musuh menghabiskan tenaga (Yi yi dai lao)
Wanita menaklukan pria dengan ketenangan
Menjarah rumah yang sedang terbakar (Chen huo da jie)
Musuh yang terganggu didalam negeri sendiri siap untuk ditaklukan
Berpura-pura menyerang ketimur padahal menyerang ke barat (Sheng dong ji xi)
Panglima yang tahu cara menyerang, membuat musuh tidak tahu dimana harus bertahan
Melancarkan Konfrontasi
Konfrontasi sering melibatkan dua belah pihak yang kekuatannya agak berimbang. Mengubah keseimbangan ini membutuhkan muslihat yang lebih banyak, dan dengan demikian lebih rumit. Siasat dalam bagian ini bergantung kepada kerahasiaan dan penipuan-membuat musuh meremehkan Anda, menyerang secara diam-diam dari belakang, infiltrasi, dan memanfaatkan jalan untuk melarikan diri.
Menciptakan sesuatu dari ketiadaan (Wu zhong sheng you)
Segalanya dalam alam semesta diciptakan dari sesuatu, dan sesuatu itu diciptakan dari ketiadaan
Berpura-pura menempuh suatu lorong padahal menyelinap ke lorong lain (An du chen cang)
Di tempat musuh mengabaikan pertahanan, serangan akan berhasil
Menonton kobaran api yang melintasi sungai (Ge an guan huo)
Seekor Tiram berjemur dengan kulit terbuka takala seekor burung Bangau menghampiri dan mematuk dagingnya. Tiram itu mengatup tiba-tiba, sambil menjepit paruh panjang sang Bangau. Tak satupun mau mengalah. Akhirnya seorang nelayan mendekati dan menangkap keduanya.
Menyembunyikan pisau belati dengan senyuman (Xiau li cang dao)
Lelaki bermadu dibibirnya menyembunyikan pembunuh di hatinya
Mengorbankan pohon plum demi pohon persik (Li dai tao jiang)
Sebatang pohon Persik tumbuh disamping sumur ; sebatang pohon Plum berakar disisinya. Ketika ulat-ulat menyerang akan pohon Persik, pohon Plum dikorbankan.
Memanfaatkan peluang mencuri kambing jantan (Shun shou qian yang)
Tumpukan butir pasir menghasilkan sebuah pagoda
Menyerang
Menyerang cenderung merupakan proporsi yang paling sulit dalam peperangan karena membukakan diri terhadap daya tembak musuh. Kebanyakan korban jatuh dalam penyerangan. Siasat dalam bagian ini mencoba untuk meminimalkan resiko keterbukaan melalui teknik mulai dari pengamatan dan penyembunyian maksud hingga pikatan halus dan penyerangan langsung.
Menggebah rumput mengagetkan ular (Do cao jing she)
Orang bisa menang tanpa berperang
Menghidupkan mayat (Jie shi huan hun)
Bila anda tidak mempunyai gelar yang tepat, orang tidak akan mendengarkan anda, dan kalau mereka tidak mendengarkan, perintah anda tidak akan dijalankan.
Memancing harimau turun gunung (Diao hu li shan)
Kesempatan baik tidak sepenting tempat yang menguntungkan
Menangkap musuh dengan melepaskannya dari kail (Yu qin gu zong)
Untuk menangkap sesuatu, pertama-tama orang harus berkorban sepenuhnya.
Membuat batu bara untuk memikat batu giok (Pao zhuan yin yu)
Kerajaan Jin ingin menyerang kerajaan Chouyou, tetapi tidak ada jalan langsung. Maka Jin membuat sebuah lonceng besar dari perunggu sebagai hadiah untuk Chouyou. Lalu Chouyou membuat sebuah jalan untuk mengangkut hadiah dari Jin, dan kemudian pasukan Jin datang menyusuri jalan ini dan menaklukan Chouyou
Menangkap pemimpin gerombolan untuk menyergap kawanan bandit (Qin zei qin wang)
Pilih yang kuat bila menggunakan busur, Ambil yang panjang bila memilih panah ; Memanah orang, robohkan dulu kudanya, menyergap kawanan bandit, tangkat dulu pemimpinnya.
Situasi Kacau
Keadaan kacau atau semerawut yang melibatkan berbagai kekuatan yang bertentangan memerlukan permainan kepentingan dan hubungan yang kompleks. Siasat dalam bagian ini mengakui bahwa aliansi berdasarkan kepentingan jangka pendek mungkin dibutuhkan untuk menaklukan lawan, sedangkan aliansi diantara lawan mungkin harus dipatahkan. Siasat ini menerapkan teknik seperti negosiasi dan tawaran perdamaian yang dikombinasikan dengan ancaman, manipulasi terhadap pihak ketiga, dan cara-cara memecah belah
Mencuri kayu bakar dari bawah periuk (Fu di chou xin)
Untuk membasmi rumput liar, cabut akarnya ; membuat periuk berhenti mendidih, singkirkan bahan bakarnya.
Menangkap ikan di air keruh (Hun shui mo yu)
Jaman pergolakan menciptakan para pahlawan
Menanggalkan kulit jangkrik (Jin chan tuo qiao)
Menyesatkan musuh dengan penampilan palsu, itulah thema dari strategi
Menutup pintu untuk menangkap pencuri (Guan men zhuo zei)
Seorang penjahat nekat yang sedang melarikan diri dapat menghalau seribu orang
Bersahabat dengan negara jauh sementara menyerang negara tetangga (Yuan jiao jin gong)
Orang-orang dengan mimpi berbeda dapat tidur bersama seranjang
Memperoleh lintasan yang aman untuk menaklukan Kerajaan Guo (Jia dao fa guo)
Tanpa bibir gigi akan kedinginan
Mendapatkan Penerimaan Lawan
Tujuan dasar bagian siasat ini diringkaskan dalam ungkapan Cina, "Menelan seperti ikan Paus dan mengunggis seperti Ulat sutera." Dengan cara bagaimanapun juga, tujuannya adalah mendapatkan apa yang dikuasai oleh orang lain. Untuk mencapai tujuan, siasat ini memanfaatkan teknik penggantian, taktik pengalihan perhatian, pemberian gambaran yang salah, dan jebakan.
Menggantikan balok dan tiang dengan kayu lapuk (Tou liang huan zhu)
Mencuri langit dan mengangkat sebuah matahari palsu
Menunjuk Murbei dan memaki Belalang (Zhi sang ma huai
Membunuh ayam untuk menakut-nakuti kera
Berpura-pura bodoh padahal cerdik (Jia chi bu dian)
Orang yang sangat bijaksana sering tampak bodoh
Turun tangga sesudah menaikinya (Shang wu chou ti)
Berhadapan dengan ajal, dia yang siap mati akan selamat sedangkan dia yang bertekad untuk hidup akan mati
Mendandani pohon dengan bunga-bunga palsu (Shu shang kai hua)
Seekor Rubah cerdik, tertangkap Harimau lapar, memprotes, "Kamu tidak berani memakan aku sebab aku lebih unggul dari segala binatang lain. Bila kamu memakan aku kamu akan membuat murka para dewa. Kalau tidak percaya, ikuti saja aku dan lihat apa yang terjadi." Sang Harimau mengikuti Rubah itu ke dalam hutan, dan semua binatang melarikan diri begitu melihat keduanya. Harimau, yang terpesona karena tidak menyadari bahwa dirinya merupakan penyebab ketakutan itu, membiarkan sang Rubah pergi.
Membuat tuan rumah dan tamu bertukar tempat (Fan ke wei zhu)
Pertahanan yang terbaik adalah ofensif
Situasi Yang Sangat Sulit
Siasat ini dirancang untuk pihak yang lemah dan boleh jadi merupakan jalan terakhir dalam suatu keadaan darurat. Siasat ini mensyaratkan kecurangan, gertakan, dan sikap berpura-pura berani, dan bahkan pembinasaan diri sendiri. Bila lima dari siasat-siasat ini gagal, orang dapat selalu mencoba yang terakhir-lari. Semoga berhasil
Menggunakan perempuan untuk memikat lelaki (Mei ren ji)
Tak seorang lelakipun dapat menerobos pagar ayu
Buka lebar-lebar pintu gerbang kota yang kosong (Kong cheng ji)
Dengan membuat ruang kosong tampak sebagai lembah, musuh akan mengira bahwa anda benar-benar kuat
Biarkan mata-mata musuh menyebarkan perselisihan dalam kubu musuh (Fan jian ji)
Betapa sulitnya ! Betapa licinnya ! Tiada situasi dimana mata-mata tak dapat dimanfaatkan
Melukai diri sendiri untuk mendapatkan kepercayaan musuh (Ku rou ji)
Yang satu ingin memukul, yang lain bersedia dipukul
Ikat jadi satu kapal-kapal musuh (Lian huan ji)
Bila dua ekor belalang berkutat pada seutas tali, tak satupun akan meloloskan diri
Lari (Zou wei shang)
Dari ketiga puluh enam siasat ini, puncaknya adalah yang terakhir ini.
Sabtu, 30 Mei 2009
1000 BURUNG KERTAS
Tetapi pada suatu saat, Girl mulai menjauhi Boy. Girl memutuskan untuk menikah dan pergi ke Perancis...Ke Paris ... Tempat yang dia impikan di dalam mimpinya berkali2 itu... Sewaktu Girl mau memutuskan Boy, Girl bilang sama Boy, kita harus melihat dunia ini dengan pandangan yang dewasa. Menikah bagi cewek adalah kehidupan kedua kalinya. Aku harus bisa memegang kesempatan ini dengan baik. Kamu terlalu miskin, sungguh aku tidak berani membayangkan bagaimana kehidupan kita setelah menikah....!
Setelah Girl pergi ke Perancis, Boy bekerja keras... dia pernah menjual koran... menjadi karyawan sementara... bisnis kecil... setiap pekerjaan kerjakan dengan sangat baik dan tekun. Sudah lewat beberapa tahun... Karena pertolongan teman dan kerja kerasnya, akhirnya dia mempunyai sebuah perusahaan. Dia sudah kaya, tetapi hatinya masih tertuju pada Girl, dia masih tidak dapat melupakannya.
Pada suatu hari... waktu hujan, Boy dari mobilnya melihat sepasang orang tua berjalan sangat pelan di depan. Dia mengenali mereka, mereka adalah orangtua Girl.... Dia ingin mereka lihat kalau sekarang dia tidak hanya mempunyai mobil pribadi, tetapi juga mempunyai villa dan perusahaan sendiri, ingin mereka tahu kalau dia bukan seorang yang miskin lagi, dia sekarang adalah seorang Boss.
Boy mengendarai mobilnya sangat pelan sambil mengikuti sepasang orangtua tersebut. Hujan terus turun tanpa henti, biarpun kedua orang-tua itu memakai payung,tetapi badan mereka tetap basah karena hujan. Sewaktu mereka sampai tempat tujuan, Boy tercegang oleh apa yang ada didepan matanya, itu adalah tempat pemakaman. Dia melihat di atas papan nisan Girl tersenyum sangat manis terhadapnya. Di samping makamnya yang kecil, tergantung burung2 kertas yang dibuatkan Boy. Dalam hujan, burung2 kertas itu terlihat begitu hidup, Orang-tua Girl memberitahu Boy, Girl tidak pergi ke Paris , Girl terserang kanker, Girl pergi ke surga.
Girl ingin Boy menjadi orang, mempunyai keluarga yang harmonis, maka dengan terpaksa berbuat demikian terhadap Boy dulu. Girl bilang dia sangat mengerti Boy, dia percaya kalau Boy pasti akan berhasil. Girl mengatakan.. . kalau pada suatu hari Boy akan datang ke makamnya dan berharap dia membawakan beberapa burung kertas buatnya lagi. Boy langsung berlutut, berlutut di depan makam Girl, menangis dengan begitu sedihnya. Hujan pada hari itu terasa tidak akan berhenti, membasahi sekujur tubuh Boy. Boy teringat senyum manis Girl yang begitu manis dan polos, Mengingat semua itu, hatinya mulai meneteskan darah...
Sewaktu orang-tua itu keluar dari pemakaman, mereka melihat kalau Boy sudah membukakan pintu mobil untuk mereka. Lagu sedih terdengar dari dalam mobil tersebut.
"Hatiku tidak pernah menyesal, semuanya hanya untukmu 1000 burung kertas,1000 ketulusan hatiku, beterbangan di dalam angin menginginkan bintang yang lebat besebaran di langit...melewati sungai perak, apakah aku bisa bertemu denganmu?
Tidak takut berapapun jauhnya, hanya ingin sekarang langsung berlari ke sampingmu. Masa lalu seperti asap... hilang dan tak kan kembali. menambah kerinduan di hatiku... Bagaimanapun dicari, jodoh kehidupan ini pasti tidak akan berubah.." (lirik langsung di-translate dari bahasa Mandarin)
PESAN :
Kalau kamu menginginkan semua orang di dunia ini menemukan jodohnya, maka kirimkanlah artikel ini kepada semua orang. Sekarang berusahalah. ....... mengirimkan ini ke 20 orang atau lebih, maka orang2 di dunia ini akan menemukan pasangan hidupnya. Termasuk teman2 kamu...kirimkan kepada mereka, mereka seperti barang berharga yang tidak mudah ditemukan.
Mereka memberikan kita kebahagiaan, mendorong kita untuk berhasil, mereka mendengarkan cur-hat kita dan share pujian2 mereka. Terus kirimkan kepada teman2 kamu dan semua orang yang kamu kenal. Apabila artikel ini kembali padamu, kamu akan tahu kalau kamu mempunyai teman sejati....

