Tampilkan postingan dengan label gereja katolik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gereja katolik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Mei 2009

macau-part 3

Hari kedua dan juga hari terakhir di Macau. Pk 18.00 kita sudah harus bersiap2 di border gate. Rencana semula kita Pk 9.00 uda mulai jalan lagi, tapi berhubung mata yang ga mau kompromi, akhirnya baru Pk 12.00 keluar dari hotel. hehehe..
Berarti waktu kita tinggal 5 jam lagi. Dan parahnya masih banyak situs2 yang belum terkunjungi. Ga buang2 waktu lagi kita langsung menuju ke area tanding dragon boat. Lokasinya di Nam Van lakes. Seperti yang uda pernah aku ceritain di postinganku sebelumnya dragon boat adalah suatu acara untuk memperingati duanwu jie. Dan ternyata pas kita ke sana pertandingannya sudah memasuki babak final.


Dragon boat..

Dari lokasi dragon boat, kita langsung naik ke Penha hill, menuju ke Our lady of penha church. Gereja ini berada di bagian atas Macau. Karena bangunannya yang terbuat dari batu dengan kesan alami yang indah, gereja ini biasa dipakai untuk foto pre wedding. Terbukti, pas kita kesana terdapart tiga pasangan yang lagi fo pre wedding.


Our lady of penha church

Trus kita turun ke daerah St Augustine's square. Di St. Augustine's Square terdapat beberapa situs bersejarah seperti St. Augustine's Church, Dom Pedro V Theatre, St. Joseph's Seminary dan Sir Robert Tung Ho Library.
St. Augustine's church dibangun pada tahun 1591. Gereja ini memelihara tradisi Prosesi Paskah yang masih diikuti oleh ribuan orang. Altar gereja ini cukup unik. Sebuah patung Yesus yang membawa salib ditahtakan di sana. Pada saat prosesi paskah biasanya patung ini yang diarak. Gereja St. Augustine adalah gereja pertama yang mengadakan misa dalam bahasa Inggris.

Teater Dom Pedro V dibangun pada tahun 1860 dan merupakan tempat penampilan pertama di dunia untuk karya Puccini "Madame Butterfly". Teater ini dibuat untuk menghormati Raja Portugal Dom Pedro V. meliputi ruang pesta, perpustakaan dan ruang bilyard. Juga terdapat restoran yang dibuka untuk umum.


teater dom pedro V

St Jose, Dikenal sejak tahun 1728 dan selesai dibangun pada tahun 1758, seminari tua tersebut bersama dengan Universitas St. Paul, adalah markas dari para misionaris yang ditugaskan di China, Jepang dan tempat-tempat lain di sekitarnya. Di dalam gereja, di salah satu altar samping, terdapat potongan dari tulang tangan Santo Francis Xavier, salah satu relik religi dan benda dihormati yang paling berharga yang tadinya menjadi koleksi Gereja Mater Dei (Ruins of St. Paul’s).


St Jose church dan seminari

Perpustakaan Sir Robert Ho Tung, sekarang merupakan bagian dari Perpustakaan Pusat Macau, dibangun sekitar tahun 1894. Pada tahun 1918, pengusaha HongKong bernama Sir Robert Ho Tung membeli gedung itu dan mengubahnya menjadi mansion yang menawan. Meninggal pada tahun 1955, dia menyumbangkan gedung tersebut ke Pemerintah Macau sebagai perpustakaan umum.

Gereja St. Lawrence juga dikenal sebagai Feng Shun Tang atau Lorong Angin Penyejuk. Pada tahun 258, St. Lawrence dihukum mati oleh pemerintah Roma karena menolong orang miskin dengan pembentukan komuni. Untuk menghormati jasa-jasanya, sebuah patung seorang santo, dengan kitab dan tongkat di tangan, berdiri tegak di gereja tersebut.


St lawrence church

Lalu kita ke Taman Camões. merupakan salah satu taman terbesar di Macau. Di sana banyak penduduk yang berolah raga setiap hari, dan di sinilah terdapat patung Luís de Camões, menghormati penyair Portugis terkenal yang tinggal di Macau. Di samping taman tersebut terdapat Christian cemetary, dimana beberapa penduduk terkenal Macau dimakamkan di sini.

Terakhir kita mengunjungi Gereja St. Anthony yang sering disebut sebagai Fa Vong Tong (Gereja Bunga). St. Anthony dihormati sebagai Santo Pernikahan oleh kaum Katolik. Sehingga banyak upacara pernikahan diadakan di gereja ini. Padahal st Anthony adalah seorang santo "militer", seorang kapten di ketentaraan Portugis. Gereja yang dibangun pada 1558-1560 ini bersama Gereja St. Lawrence serta Katedral merupakan salah satu gereja tertua di Macau.


St Anthony church

Memang masih banyak sisi lain Macau (selain casino) yang belum kita kunjungi.. Seperti Ama temple, Macau tower, Guia Hill, Barra fort. Tapi apa boleh buat kita mesti balik ke Guangzhou. One fine day lha aq mesti kembali ke Macau..

macau-part 2

Menyambung postinganku sebelumnya, pasti banyak orang yang berpikir bahwa Macau memiliki banyak tempat casino yang sangat luas dan indah. Ada Venetian Hotel yang desainnya sangat mewah. Ada MGM Casino yang terkenal dengan patung singanya. Ada Lisboa Casino yang pada malam hari membuat mata terpana melihat keindahan lampunya (yang pastinya sih, di macau ada banyak Casino yang akan membuat kita bangkrut dengan cepat). Tapi jangan salah, Macau juga memiliki sisi historis yang tak kalah menariknya. Seperti tujuan kita kali ini yang memang mau hunting tempat2 bersejarah di Macau.

Setelah berfoto2 di Lisboa, kita langsung ke Senado square. Lantai lapangannya dihiasi oleh mozaik paving blok hitam berpola ombak. Di Senado square ini terdapat banyak sekali cafe2 dan retail asing seperti Mango, Starbucks, McDonald. baleno, bossini, giordano, esprit, body shop, dan banyak lagi yang lain. Yang unik bangunan retail dan cafe tersebut sangat kental dengan suasana portugis. Di sekitar Senado Square selain merek asing terdapat juga banyak toko yang menjual barang-barang kaki lima, dari baju, sepatu, obat, suvenir, dan sebagainya.


Masih ada becak di kawasan mewah Lisboa

Masih di daerah Senado square, terdapat Gereja St. Dominic dan Holy House of Mercy.
Gereja St. Dominic memiliki halaman depan menawan berupa batu berwarna krem dengan stucco mouldings putih dan jendela berbingkai hijau. Di dalamnya, pilar-pilar putih menopang langit-langit dengan balkon panggung disekeliling dinding museum. Menara bel, di belakang gedung, telah diubah menjadi museum kecil yang merumahi "Treasure of Sacred Art" dan menampilkan koleksi dari sekitar 300 artifak.

Sedangkan Holy House of Mercy merupakan sebuah museum yang ada di Senado Square. Sayangnya pas kita ke sana, karena hari besar museum ini tutup.
Di ujung gang Alley of Mercy berdiri patung perunggu Dorn Belchior Carneiro, yang merupakan uskup pendiri Holy House of Mercy.


Senado square..

Puas di Senado, kita ke Ruins of St Paul's. Reruntuhan ini merupakan sisa dari Gereja St. Paul’s.
Gereja ini dibangun pada tahun 1602 – 1637. Pada tahun 1835 terjadi kebakaran yang hanya meninggalkan bagian depan dan 4 pilar beserta patung2 yang tersisa. Di dalam bekas reruntuhan gereja ini juga terdapat sebuah museum. Di museum ini terdapat berbagai macam peralatan liturgi, lukisan, patung, dan juga menyimpan tulang2 para martir Jepang dan Vietnam. Ruins of st.Paul's ini sekarang menjadi simbol kota Macau.
Perjalanan berlanjut ke Natcha temple yang terletak persis di sebelah Ruins of St Paul's. Kuil ini didedikasikan kepada dewa Na Tcha. Pemandangan dua tempat peribadatan yang bedampingan, kontras menggambarkan toleransi beragama di Macau yang cukup kuat.

Setelah itu kita menyempatkan diri mengunjungi Museum of Macau dan Forte Garden. Untuk masuk ke dalam museum of Macau per orang diwajibkan membayar HKD 15. Museum ini buka jam 10 pagi sampai 6 sore (katanya bebas biaya masuk setelah jam 5.30 sore, tutup hari Senin)
Forte garden yang terletak di sebelah Ruin of St. Paul's ini besarnya 10,000 meter persegi, dan dulunya dipakai sebagai benteng pertahanan militer. Tempat ini memuat banyak meriam untuk peperangan.


Macau museum dan forte garden

Keluar dari Forte Garden hari uda hampir gelap. Ga mau kehabisan waktu kita dengan langkah kaki yang agak dipercepat (china mode: on), buru2 ke katedral.
Terletak di dekat Rua de S. Domingos, katedral ini berada di puncak sebuah bukit. Hasil browsing, katanya di katedral ini, Misa Tengah Malam diadakan pada Natal dan Procession of the Passion of Our Lord ditampilkan tiap tahun.
Di sebelah Katedral berdiri Bishop’s Palace. Tapi entah kenapa, waktu kita mau masuk ke tempat ini sang penjaga melarang kita masuk. bisa saja karena waktu berkunjung yang sudah habis. Walaupun Katedral ini bukan gereja terbesar di Macau, tapi merupakan salah satu yang termegah.

Selesai dari katedral, hari uda makin gelap, lampu2 kota uda mulai dinyalakan. Pemandangan kota menjadi semakin indah dan romantis. Malam hari kita mengisinya dengan berkeliling casino. Konon kata teman yang uda pernah ke Macau, di casino2 banyak pertunjukan yang lumayan "menggugah". Sebelum menjelajahi casino kita memutuskan untuk mengisi amunisi terlebih dahulu, Maklum.. Seharian tenaga uda terkuras buat muter2 kota. Kita memilih salah satu tempat makan yang ada di Senado square.
Puas makan, tujuan pertama langsung ke Lisboa. Sampai di sana.. Wow.. Lampu yang menyala di bangunannya membuat kita terkagum2.. Perpaduan warna yang sangat gemerlap.
Di dalam casino, memang benar ada pertunjukan sexy dancer. Sang penari meliuk2kan tubuh dengan pakaian yang bisa dikatakan kurang bahan seakan2 menggoda para tamu. Sayangnya kebanyakan tamu malah asik berjudi tanpa memperhatikan pertunjukan mereka. Memang di casino ini para penarinya tidak sampai nude alias tanpa mengenakan benang sselembar pun, tapi pakaian mereka cukup minim sehingga anak di bawah umur dipastikan dilarang menonton pertunjukkan ini.

Trip selanjutnya, kita ke Wynn casino. Di Wynn ini terdapat 2 petunjukkan menarik. air mancur musik dan cahaya serta pertunjukkan Tree of Prosperity ataupun huge dragon. Pertunjukan air mancurnya cantik banget, menari2 sesuai irama lagu. Ga salah pertunjukkan Air mancur menari yang maen tiap 15 menit sekali ini ditunggu oleh banyak pengunjung.
Selain pertunjukkan itu, Di Wynn terdapat banyak toko2 branded, seperti Louis Vuitton, Gucci, sampai ferrari shop juga ada.


Wynn casino..

Terakhir kita ke MGM Grand casino. Yang menarik dari casino ini adalah lobby yang megah yang memiliki setting bak istana cinderella. Ada yang memroyeksikan gambar dan warna2 yang menarik ke istana tersebut, sehingga setiap beberapa menit sekali warna istana tersebut berubah2. Kadang seperti taman bunga, polkadot, bahkan gambar dadu pun ada.


Ga terasa uda tengah malam, badan pun pegal2. Kita sudahi dulu perjalanan hari ini. Semua kembali ke hotel. Mengumpulkan tenaga buat perjalanan hari kedua yang ga kalah berat dan melelahkan.
See you di lanjutan postinganku..

Kamis, 07 Mei 2009

Gereja katolik-Our Lady of lourdes

Ternyata selain katedral di yidelu, di guangzhou juga terdapat sebuah kapel katolik. Kapel ini bernama Shamian chapel our lady of lourdes 沙面露德圣母堂, yang terletak di jalan shamian dajie no 14, shamian island. Misa kudus diadakan setiap hari minggu Pk 8.00 (cuma sekali misa) dan untuk hari biasa misa dipersembahkan setiap Pk 6.45.
Kita belum pernah ikut misa di sini, selain lokasinya yang jauh dari tempat tinggal juga jam misa yang pagi, jam 8. Kalo mau ke sana bisa2 berangkatnya jam 6. Buat orang yang menghargai waktu tidur seperti aku, mana mungkin menyia2kan waktu tidurku yang berharga.. tapi one fine day (kalo ga malas) sebelum pulang for good pasti aku ke sana.


tampak depan


papan nama di depan kapel


dalam gereja

Minggu, 19 April 2009

Perjuangan membuat buku misa

Tau ga apa yang menjadi masalah terbesar anak-anak katolik Indo setiap pergi misa di Guangzhou ini??
Bukan gara2 malas, jauh, ataupun ga bisa bangun pagi. Tapi ada satu masalah mendasar yaitu kendala bahasa.

Ya! kendala bahasa memang menjadi faktor terpenting dalam mengikuti misa. Misa yang dipersembahkan dalam bahasa mandarin dijamin bikin kepala ini puyeng. 听不懂!! Apalagi romonya kalau ngomong cepet banget. Ya iyalah.. kan kita ga lagi di kelas. hehehe..
Jadinya kalo misa biasanya hanya 'berbekal' kata amin..

Nah, biar ga puyeng terus waktu misa, akhirnya aku dan devina berusaha mentranslate teks misa itu. Pertama2 sih kita bawa pulang buku gereja yang berisikan teks misa ma lagu2 (pinjam tanpa ijin sih) padahal buku itu harusnya ga boleh dibawa pulang. Pas bawa pulang uda dilihatin orang lho. Tapi ya cuek aja, abisnya mau gimana lagi..

Sampai di rumah kita bagi tugas, aq bagian translate en devina bagian layout. Satu persatu mengetik hanzi ke komputer. Pekerjaan yang lumayan menyita waktu dan tenaga. Setelah selesai menginput hanzi, tulisan itu diconvert menjadi pinyin. Akhirnya jadi juga meskipun spent waktu sehari semalam. Fuihhh..
Trus bagian devina membuat layoutnya. copy-paste, copy-paste. Jadi deh file yang berisikan 20 halaman.

Saat mencetakpun tiba, kitapun pergi ke tempat print2an di depan sekolah. Nekat aja, padahal ga tau mau bilang apa ma petugasnya. hahaha..
Dengan susah payah kita menjelaskan ke orangnya kalau kitanya tuh pingin nge-print bolak-balik kayak buku, tapi karena misunderstanding en kitanya yang gaptek jadinya di-print satu2.
Karena salah ngeprint petugasnya jadi marah2.. Katanya sih ga usa diprint satu2, langsung bolak-balik juga bisa. Ya uda kita diam aja, abisnya kita juga yang gaptek. hahaha..

Ada berkahnya juga sih, orangnya jadi tau mau kita apa. Akhirnya diprint-in 20 buku. Tapi karena pas itu kondisi tokonya ramai banyak pesanan, dia ga bisa bantu kita ngejilid buku itu. Ya uda mau gimana lagi.. Kita berputar2 ke toko-toko dekat skul mencari staples buat jepret buku. Untungnya, ada satu toko yang menjual staples itu. Dan daripada di Indo, harganya jauh lebih murah, cuma RMB 15.

Sampai di kamar, langsung kita jilid satu-persatu buku itu. Dan hasilnya pun cukup memuaskan. Edisi pertama-pun diterbitkan. hohoho..



Semoga dengan adanya buku ini, bisa mengurangi halangan buat ke gereja. Amin. (hopefully..)

Minggu, 12 April 2009

Katedral Guangzhou

Gerejaku sementara selama berada di Guangzhou. Perjalanan menuju gereja ini lumayan jauh, kurang lebih satu jam (ganti MTR 3 kali).
Gereja ini merupakan gereja katolik satu-satunya (setahuku) di Guangzhou yang terletak di jalan 一得路 (yi de lu).

Gereja katedral bergaya ghotik ini dikenal juga sebagai "Stone House Cathedral" atau dalam bahasa mandarinnya 石室 (shishi).
Orang lokal menyebut demikian karena sebagian besar bangunannya dibuat dengan batu.

Karena bentuk gereja yang unik dan merupakan salah satu obyek wisata kota Guangzhou maka umat yang misa di gereja ini bukan hanya orang lokal saja, tetapi juga banyak turis yang sedang berwisata dan warga asing yang tinggal di guangzhou juga beribadah di gereja ini. Apalagi misa minggu sore yang berbahasa inggris, kebanyakan umatnya orang kulit gelap. (bukannya mau rasis lho..)
Apabila mengikuti misa minggu sore, kita harus bener2 tertib. Yang cewek ga boleh pake baju tanpa lengan dan terbuka. Kalau itu dilanggar, siap2 saja disuruh pake syal yang telah disediakan sepanjang misa berlangsung. Selain itu kita ga boleh berbicara, main HP, tidur, ataupun menginjakkan kaki di tempat kita berlutut. Nah, kalo hal itu kita lakukan, kita bakalan ditegur en dimarahi ma petugas Tatib yang juga berkulit gelap dan pastinya besar banget badannya.. Seremm..


suasana di dalam gereja


tempat air suci

Misa di gereja ini dipersembahkan dalam 3 bahasa yaitu cantonese, mandarin, dan bahasa inggris.

Jadwal misa:
Sabtu
Pk 19.30 (mandarin)
Minggu
misa 1: Pk. 6.30 (cantonese)
misa 2: Pk. 8.30 (cantonese)
misa 3: Pk. 10.30 (mandarin)
misa 4: Pk. 15.30 (inggris)
Misa harian
misa 1: Pk. 6.30 (cantonese)
misa 2: Pk. 7.00 (cantonese)


gua maria di samping kanan gereja

Transportasi
MTR terdekat adalah HaizhuSquare (exit B2)
Bus: 4, 8, 61, 82, 86, 238, 823, 16(malam), 33(malam)

Sabtu, 11 April 2009

Pengalaman pekan suci di Guangzhou (2)

Kamis Putih di Guangzhou
Kamis putih adalah peringatan atas perjamuan malam terakhir Yesus bersama para rasulnya. Pada misa ini romo juga mencuci kaki para rasul, tindakan ini melambangkan agar kita mau melayani sesama..
Hari Kamis Putih dirayakan dengan meriah. Upacara ditandai dengan pembunyian bel / lonceng pada waktu menyanyikan lagu Kemuliaan (sesudah itu lonceng tidak dibunyikan lagi sampai Malam Paskah)

Kamis putih kali ini berbeda dengan kamis putih2 sebelumnya..

Misa dimulai pk 19.30. awalnya misa berjalan sama seperti biasanya.. tapi ketidak laziman muncul pada saat romo selesai homili.. Ya! pada saat pencucian kaki.. biasanya di indo orang2 yang mau dicuci kakinya sudah dipilih dan dilatih sebelumnya, tapi kali ini berbeda..
Setelah putra altar menyiapkan kursi 12 buah (lambang jumlah rasul Yesus) romo tiba2 berbicara ke arah umat. dari body languange dan keterbatasan kemampuan memahami kata2 sang romo, akhirnya muncul juga kata "随便" jadi maksudnya romo mempersilahkan umat yang mau dibasuh kakinya langsung maju ke altar..
akhirnya setelah sang romo bersudah payah meminta l2 umat untuk maju didapat juga 12 orang sukarelawan.. sang romopun mulai mencuci dan mencium kaki mereka..
(eneg juga membayangkan kaki orang china yang terkenal bau.. hehe..)
setelah selesai pembasuhan kaki, 12 orang itu mendapatkan souvenir dan handuk untuk mengelap kaki mereka.. (handuknya diberikan secara cuma2 lho dan boleh dibawa pulang.. lumayan untuk kenang2an.. wkwkkwk..)

selanjutnya sama seperti perayaan kamis putih yang biasa kuikuti di indo. Komuni yang disambut pada hari Kamis Putih dan Jumat Agung dikonsekrir pada hari ini (Kamis Putih). Sesudah Misa, diadakan Perarakan Sakramen Maha Kudus.

Jumat Agung di Guangzhou
Jumat Agung atau 耶稣受难节 adalah hari Jumat sebelum Minggu Paskah, yang merupakan hari penyaliban dan wafat Yesus di Golgota. Pada saat Jumat Agung tidak diadakan perayaan ekaristi, namun umat yang hadir dapat menerima komuni kudus yang berasal dari sisa hosti yang dikonsekrir pada hari Kamis Putih. Liturgi Jumat Agung sendiri terdiri dari liturgi sabda yakni bacaan kitab suci kisah sengsara Yesus, penyembahan/penghormatan salib dan upacara komuni kudus tanpa konsekrasi.

Pk 13.30 rombongan kita berangkat, menuju ke sacred heart katedral. Sampai di sana bukannya langsung bisa masuk, eh pintu gerbang malah ditutup. "gereja tutup hari ini." kata penjaganya.
tapi kenyataannya kok ada bule yang boleh masuk.. menyebalkan sekali.. grrr..
terpaksa deh olahraga mulut sebelum masuk ke gereja, dengan sedikit ngotot kita menjelaskan ke penjaganya kalau kita ini bukan turis dan tujuan kita ke gereja itu untuk ikut ibadat bukan untuk foto2.. Akhirnya pintu dibukakan buat kita.. Ya gini ini, susahnya punya muka seperti orang zhongguo, jadinya kalau mau masuk ke gereja pada saat acara besar pasti dipersulit. Tapi mau gimana lagi, sudah kebijakan gereja di guangzhou, karena orang zhongguo di sini kebanyakan menganggap gereja sebagai salah satu obyek wisata, jadinya mereka ke gereja hanya untuk berwisata dan berfoto ria..

Liturgi ini dimulai Pk 15.00, tidak ada perbedaan mencolok antara indo dan guangzhou. hanya saja upacara penghormatan salib dilakukan di akhir acara, bukan pada pertengahan seperti biasa.

Sabtu suci di Guangzhou
Hari sabtu Pk 17.30 kita sudah bersiap2 menuju ke gereja, setelah mengganjal perut dan melakukan perjalanan yang panjang (baca: sekitar sejam-an) Rombongan kita akhirnya tiba di gereja Pk 19.00 dan langsung mencari tempat duduk yang strategis.
Akan tetapi di saat detik2 menjelang misa dimulai, terdengar pengumuman bahwa umat akan memulai perayaan dari luar gereja. Jadi usaha kita mencari tempat yang strategis menjadi sia-sia. Dengan berat hati dan langkah gontai kitapun keluar (ya iyalah, daripada diusir sama tatibnya gereja).

Di luar gereja kita dibagiin lilin untuk upacara cahaya. perayaan sabtu suci 2009 dimulai tepat Pk 19.30. upacara cahayapun berjalan dengan khusyuk. lalu tibalah saat kita masuk ke gereja.. karena barisan kita agak di belakang maka di dalam gereja sudah terisi penuh.. so, dengan hati yang kurang berkenan kitapun duduk di bangku plastik di sayap kanan gereja.
Kondisi di dalam gereja saat itu penuh sesak, banyak umat yang berdiri. Tidak hanya orang lokal dan pendatang yang beragama katolik saja yang antusias mengikuti jalannya misa, tetapi banyak pula yang non-katolik.

Sama seperti misa sabtu suci di Indo misa sabtu suci di Guangzhou juga memakan waktu yang sangat lama, karena misa ini terdiri dari 4 bagian, yaitu: Pemberkatan Api, pemberkatan lilin, perarakan dan pujian Paskah
2. Liturgi Sabda : Bacaan Kitab Suci Perjanjian Lama dan Baru (totalnya 7 bacaan, sebelum dipersingkat seharusnya 9 bacaan ya??)
3.Liturgi Pembaptisan : Pemberkatan Air Baptis, pembaptisan, pemberkatan Air Suci, pembaharuan janji baptis.
4. Liturgi Ekaristi

Misa ini berakhir pada Pk 22.30. Pada akhir misa, gereja membagikan telur paskah ke umatnya. hahaha.. Seumur hidup baru kali ini mendapat telur paskah dari gereja.. Selamat paskah semuanya.. God Bless you all!!

Pengalaman pekan suci di Guangzhou (1)

Pekan suci di Guangzhou..
Minggu Palma atau 基督苦难主日,圣枝主日
Ini pertama kalinya pekan suci di guangzhou.. kali ini misa pasti berbeda dengan misa2 pekan suci tahun sebelumnya. karena misa kali ini dipastikan menggunakan 汉语. (meskipun agak ga mudeng tapi ya gimana lagi, the show must go on..) Misa seharusnya dimulai pk10.30.. tapi berhubung kitanya yang agak lelet jadinya ya telat 5 menitan.. biasalah menjaga budaya jam karet..

Di depan gereja kita sudah disambut dengan berkardus2 daun palma, ternyata daun palma sudah disediakan oleh gereja.. umat tinggal mengambilnya.. tapi anehnya daun palma yang digunakan beda dengan yang di indo... di sini daunnya tajam seperti sejenis tumbuhan pakis.. kenapa ya?? padahal pohon palem juga banyak lho di guangzhou..


palem??

Saat masuk gereja lagu pembukaan sudah dinyanyikan, romo juga sudah ada di altar.. so, kita buru-buru cari tempat duduk dan mempersiapkan diri untuk mengikuti misa..

Misa secara garis besar sih sama dengan yang di indo..
tapi yang ga lazim (menurut aq) ga ada tuh perarakan daun palma (pemberkatan daun palma) jadinya qta juga bingung daun palmanya yang tadi diambil di depan gereja sudah diberkati atau belum.. hahaha..
trus satu lagi, dari pengalamanku di indo pada misa minggu palma perasaan selalu ada pembacaan tentang yesus dielu2kan masuk ke yerusalem. tapi kenapa di sini ga ada ya??